Jumat, 17 Mei 2013

Pada Blog Bonsai Tuban, sesaat setelah kunjungan ke rumah Mas Imam BJ saya tulis dengan judul "Berkunjung ke Rumah Mas Imam BJ"

Dan untuk gambar  Kimeng (Ficus Microcarpa) dan Santigi (Phempis Acidula) disamping pernah juga muat dengan judul "Mas Imam Saat Ketemu di Arena Kontes Bonsai ESGE 2012"

Untuk posting kali ini, sesuai dengan sub judul blog ini, "Menampilkan Bonsai Andalan Karya Pebonsai Tuban", saya kira pantas untuk dimuat koleksi yang saat ini ada di rumah Mas Imam BJ.

Pada gambar disamping kanan, terlihat beberapa bonsai koleksi Mas Imam BJ, dan saya lihat ada beberapa yang masuk dalam The Best Ten Kontes Bonsai ESGE 2012 di Tuban .

Gambar disamping kanan tulisan ini saya ambil beberapa waktu yang lalu saat berkunjung ke rumah Mas Imam BJ, artinya bonsai yang ada terawat dengan baik, dan kalaupun ada even kontes/pameran pada tahun ini, saya kira Bonsai Koleksi Mas Imam BJ akan menghiasi kontes/pameran.

Kita tahu, dalam merawat bonsai diperlukan kesabaran dan ketlatenan yang kontinue dan konsisten, mengingat dinamika yang ada kadang mesti ditinggalkan oleh pemiliknya dalam kurun waktu yang panjang, sehingga tetap perlu ada yang merawat. dan nampaknya Mas Imam BJ mampu untuk tetap kontinue dan konsiten merawat bonsainya.



Bonsai Kawista Kerikil (Feronia Lucida) ini salah satu bonsai rawatan Pak Warsis, dan masuk dalam The Best Ten Kontes Bonsai ESGE Tahun 2012, bagaimana perkembagannya selama hampir satu tahun ini, saya belum sempat mengunjungi Pak Warsis.

Pernah beberapa bulan yang lalu berkunjung, sayang beliaunya pas ke Bojonegoro, ada pameran di sana, sampai tulisan ini saya buat saya belum sempat berkunjung kembali ke rumah beliau.

Kawista Kerikil (Feronia Lucida), di Tuban lebih dikenal dengan sebutan Kawis Batu.

Bonsai Kawista Kerikil (Feronia Lucida) rawatan pak Warsis ini menurut saya layak  The Best Ten Kontes Bonsai ESGE Tahun 2012 karena disamping bonsainya sendiri memenuhi kriteria, penempatan bonsai pada pot menurut saya mempunyai kesan indah tersendiri.

Kita ikuti perkembangan Bonsai Kawista Kerikil (Feronia Lucida), apakah tahun ini masih mampu mempertahankan keindahannya?

Pada bulan Agustus atau September, biasanya dalam rangka ulang tahun PT. Semen Gresik (sekarang berubah menjadi PT. Semen Indonesia), meskipun produknya masih menggunakan merk "Semen Gresik" teman teman dari PPB SG mengadakan kontes/pameran dan ada kemungkinan PPBI Cabang Tuban, nampaknya juga ada greget melaksanakan kontes/pameran, jika semua lancar ada kemungkinan bersamaan dengan ulang tahun Kabupaten Tuban bulan Nopember nanti.

Bila anda ingin melakukan Contact Person dengan Pak Warsis dapat menghubungi pada nomor :  085 645 156 356




Nama Pak Warsis sudah dikenal luas oleh kalangan Pebonsai di Kabupaten Tuban, Beliau dikenal sebagai pembuat pot Bonsai.

Baru pada Kontes Bonsai ESGE 2012 ini saya ketemu beliaunya. Bapak dari dua anak ini terkesan santai dan menjiwai profesinya baik sebagai pembuat pot Bonsai, perawat bonsai maupun juga sebagai Pebonsai. 

Sebagaimana disampaikan beliau pada saat guyonan di arena Kontes Bonsai ESGE 2012, " Saya ini dulu tukang batu pak, dan sekarang juga masih bergelut dengan semen (membuat pot maksudnya)" :)

Kesan sikap rendah hati yang  saya tangkap saat pertama kali bertemu dengan beliau, namun juga tampak keseriusan beliau saat melakukan cuting rating rating kecil dan daun bonsai karyanya maupun bonsai yang saat ini masih dititipkan oleh pemiliknya untuk dilakukan perawatan intensif, terkesan jelas.

Memang demikianlah adanya, petuah orang-orang terdahulu dalam bahasa jawa " Sopo Kang Temen Bakal Tinemu" ( Siapa yang bersungguh sungguh akan menemukan hasilnya ). Dan saat ini tampanya itu sudah atau bakal terjadi, setidaknya namanya sudah diperhitungkan sebagai Pebonsai yang berhasil menampilkan karya yang patut diperhitungkan.

Semangat untuk menyenangi profesi yang digeluti dan upaya untuk menyenangkan konsumen/koleganya menjadi modal dasar beliau. 

Saat saya goda " kalau tidak baik dengan teman-teman Pebonsai anggota Paguyuban Penggemar Bonsai Semen Gresik (PPB SG) tentu karya Pak Warsis tidak akan ditempatkan ditempat terhormat (di depan pintu masuk arena Kontes Bonsai ESGE 2012 )", Apa jawab beliau, " kalau itu saya tidak tahu pak", sambil menyungingkan senyum di bibirnya :)


Yah sudah pak, sekarang Pak Warsis melakukan aktifitas merawat bonsai seperti bisa, saya ambil gambarnya.... nanti saya tampilkan di Bonsai Tuban, gantian beliau menggoda " wong promosi gratis saja", dengan tertawa agak keras saya jawab "iya.... gratis" :)

Bahkan seperti runing teks yang saya pasang di atas blog ini, saya tawarkan kepada siapa saja (khususnya pebonsai Tuban) untuk menampilkan hasil karyanya di Blog ini.

Kalau di atas saya tampilkan beberapa gambar dari berbagai sudut bonsai karya Pak Warsis, pada bagian bawah ini akan saya tampilkan bonsai yang sudah dibeli kolektor dari beliaunya, yang saat ini masih dipercayakan kepada Pak Warsis untuk merawatnya..... 

Bila anda ingin melakukan Contact Person dengan Pak Warsis dapat menghubungi pada nomor :  085 645 156 356

Rabu, 17 Oktober 2012



Santigi di Kontes Bonsai ESGE 2012
Pada Kontes Bonsai ESGE 2012  Bonsai Santigi (Phempis acidula) ukuran besar karya Mas Imam BJ terpampang sebagai salah satu dari The Best Ten dan mendapatkan 2 bendera merah. 

Bahkan jika melihat 3 (tiga) bendera yang tertancap dan urutan dalam penampilan di deretan The Best Ten pada Kontes Bonsai ESGE 2012.

Ini menunjukkan bahwa Bonsai Santigi (Phempis acidula) karya Mas Imam BJ inilah juara pada Kontes Bonsai ESGE 2012.

Santigi (Phempis acidula) memang salah satu bahan bonsai terbaik, disamping mampu menunjukkan kesan tua pada batangnya, daunnya kecil, dan masih dapat mengecil.

Santigi (Phempis acidula) berbunga dan berbuah. Buahnyanya pun kecil sebesar penthol korek api, yang didalam terdapat banyak biji.

Keunggulan lain dari Santigi (Phempis acidula) adalah kayu yang terbuka (potongan) tahan terhadap pelapukan.

Satu hal yang mungikin perlu diinformasikan, kayu santigi termasuk kayu yang tenggelam di air, ini menunjukkan bahwa berat jenis (bj) Santigi (Phempis acidula) lebih berat dari air, hal ini yang membuat Santigi (Phempis acidula) mempunyai kesan tersendiri bagi pebonsai maupun mereka yang tidak mengenal bonsai sama sekali. 

"Kayu tenggelam di air", .......... "luar biasa!", .... "tentu ada sesuatu yang luar biasa?!".... mungkin begitu pikir mereka yang belum mengenal jenis tanaman/bahan bonsai yang satu ini.

Perawatan Santigi (Phempis acidula) gampang gampang susah, bayak penggemar bonsai yang gagal merawat Santigi (Phempis acidula), meskipun sudah berumur lama, namun jika salah merawat bisa jadi mati, termasuk saya :)

Pengalaman mereka yang berhasil merawat Santigi (Phempis acidula), perlakuan pada jenis tanaman satu ini, jika di buat bonsai media harus poros dan penyiraman harus sampai "ngocor" (tembus pada bagian bawah pot)

Jika dibandingkan dengan Asam Jawa (Tamarindus indica) daunnya juga kecil, batangnya juga terkesan tua namun pada malam hari daunnya "tidur", berbeda dengan Santigi (Phempis acidula), siang maupun malam tetap sama.

Namun demikian Asam Jawa (Tamarindus indica) batangnya lentur dan kuat, sehingga lebih mudah untuk dibentuk, dan media untuk Asam Jawa (Tamarindus indica) lebih mudah baik poros maupun tidak oke oke saja, bahkan jika kurang terawatpun, hingga daun rontok, disiram kemungkinan tumbuh tunas masih bisa terjadi.... sangat cocok untuk pemula.

Jika Santigi (Phempis acidula) dikenal paling butuh perhatian, Asam Jawa (Tamarindus indica) dikenal sebagai paling "bandel"